Sunday, August 7, 2011

Ibnu Yunus. Biografi, Keluarga, Pendidikan, Karya, Kontribusi bagi Peradapan Islam.

Ibnu Yunus

A.    Pendahuluan
Ibnu Yunus (950-1009 M) seorang tokoh astronomi muslim pada abad ke-10 dari Mesir. Karya-karyanya banyak yang sudah diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Para ilmuan barat pun menjadikan hasil penelitiannya sebagai rujukan. Maka alangkah ruginya bagi umat Islam sendiri yang tidak kenal dan tidak tahu tokohnya yang sudah dijadikan panutan bagi dunia barat.
Dengan mengetahui riwayat kehidupannya dan kiprahnya dalam dunia keilmuan diharapkan kita bisa mencontoh kegigihannya dalam menggali ilmu. Sehingga kita bisa meneruskan perjuangannya dalam memajukan keilmuan Islam. Kita juga bisa tahu bahwa Ilmuan Islam mampu untuk memberikan sumbangan yang sangat besar kepada dunia keilmuan.
Dalam makalah ini akan dibahas biografinya mulai dari latarbelakang keluarganya, keilmuan yang digelutinya, orang-orang yang berpengaruh dalam pendidikannya dan karya-karyanya serta sumbangannya terhadap peradaban Islam maupun kepada dunia.









B.    Pembahasan
1.    Biografi
Ibnu Yunus memiliki nama lengkap Abu al-Hasan Ali ibn Abd al-Rahman ibn Ahmad ibn Yunus al-Sadafi. Namanya disandarkan pada kakek buyutnya yaitu Yunus.  Kakeknya bernama Ahmad dan ayahnya bernama Abd al-Rahman. Ia memang terlahir di tengah keluarga yang terpelajar. Ayahnya adalah sejarawan dan penulis bigrafi yang terkenal, orang pertama yang menulis sejarah mesir dan orang pertama yang menulis kamus biografi khusus untuk orang-orang Mesir. Dan kakeknya ahmad adalah sahabat al-Shafi seorang ilmuan yang sangat masyhur.
Masa kecil Ibnu Yunus tidak banyak diketahui, ia lahir di kota Fustat Mesir pada tahun 950 M tetapi pendapat lain menyatakan bahwa ia lahir pada tahun 952 M. Ia menyaksikan jatuhnya kota Mesir dibawah kekuasaan Dinasti Fatimiah, dinasti yang dinisbatkan pada nama putri Nabi Muhammad yaitu Fatimah. Kekhalifahan yang menganut faham Syi’ah dan berpusat di kota Kairo (969 M).
Ibnu Yunus memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga khalifah dan Dua khalifah Dinasti Fatimiah yang mendukung kegiatan keilmuannya. Khalifah yang pertama dari dinasti Fatimiah yaitu al-Aziz yang menjadi khalifah pada tahun 975 M setelah kematiann ayahnya al-Mu’iz, dua tahun setelah pengangkatan al-Aziz menjadi khalifah Ibnu Yunus mulai membuat tempat observasi astronominya. Pembangunan tersebut dibantu oleh kholifah al-Aziz dengan memberikan alat-alat yang dibutuhkan dalam observasinya.
Sebenarnya al-Aziz bisa memberikan dukungan lebih kepada Ibnu Yunus dalam penelitiannya. Kalau saja sang khalifah perhatiannya tidak lebih dicurahkan dalam permasalahan militer dan politik berkaitan dengan usahanya memperluas daerah kekuasaan Dinasti Fatimiyah. Selama 20 tahun Ibnu Yunus mencurahkan kerja kerasnya pada pemerintahan al-Aziz hingga pada tahun 996 sang khalifah wafat.
Setelah al-Aziz, kekhalifahan dipegang oleh al-Hakim yang waktu itu berusia 11 tahun. Khalifah kedua ini pun sangat mendukung pekerjaan Ibnu Yunus dalam penelitiannya dibidang  astronomi. Bahkan dukungan yang diberikan oleh al-Hakim lebih besar karena ia juga sangat suka dengan ilmu astrologi. Sehingga ia memerintahkan kepada bawahannya untuk membunuh anjing yang berada di kota Fustat. Karena lolongan anjing tersebut bisa mengganggu Ibnu Yunus yang sedang melakukan observasinya yang bertempat di rumah kakek buyutnya. Ibnu Yunus juga sering melakukan observasinya di rumah al-Hakim, karena di rumah sang kholifah tersedia peralatan-peralatan observasi yang lengkap.
selain ahli dalam bidang astronomi Ibnu Yunus juga merupakan pakar astrologi dan matematika. Ia sudah menguasai trigonometri yang sangat rumit pada abad ke-10 M. kemampauan matematikanya ini ia kembangkan untuk menguak rahasia benda-benda yang ada di langit. Ia mengembangkan astronomi dengan cara memanfaatkan pengetahuannya tentang trigonometri.
2.    Karya-Karya Ibnu Yunus
Buah karya yang sangat terkenal adalah al-Zij al-Hakimi al-Kabir. Kitab hasil penelitiannya yang sangat akurat yang mengupas tabel astronomi. Kata kabir yang berarti besar dan al-Hakimi berarti karya tersebut ia dedikasikan untuk Khalifah al-Hakim yang sudah banyak mendukungnya. Buku ini memuat 81 bab. Bab pertama dari buku tersebut berisi tabel kalender untuk kalender Muslim, Coptic, Syirian dan Persian. Ibnu Yunus memberikan tabel untuk mengkonversi data dari tiap-tiap kalender tersebut.  Karyanya ini juga membuktikan bahwa ia merupakan pakar matematika yang ulung. Karena kitab ini juga berisi ratusan rumus yang digunakan dalam spherical astronomy hasil dari pengembangannya terhadap astronomi yang dipadukan dengan ilmu matematika yang ia kuasai. Karyanya yang lain dalam bidang astronomi adalah kitab Ghoyat al-Intifa’. Kitab yang berisi tabel bola astronmi yang berguna untuk mengatur waktu di Kairo hingga abad ke-19.
Dalam bidang astrologi ia menyusun kitab Bulugh al-Umniyya. Kitab ini memuat berbagai prediksi yang ditulisnya. Ia pun sempat memprediksi hari kematiannya yaitu pada tahun 1009, ia meramalkan kematiannya akan tiba tujuh hari lagi. Setelah itu ia memperbanyak mambaca al-Qur’an sampai ia meninggal pada hari yang tepat sesuai prediksinya.
3.    Kontribusinya bagi peradaban Islam
Kontribusi yang diberikan Ibnu Yunus bagi peradaban Islam bahkan kepada dunia sangat besar. Hal tersebut bisa diketahui dari hasil karya-karyanya. Ia telah membuat rumusan waktu yang cukup akurat. Ia juga menyusun tabel dalam kitab as-Samt yang berupa azimuth matahari sebagai fungsi altitude dan longitude untuk kota Kairo. Tabel untuk menghitung lamanya siang hari dan untuk menentukan azimuth matahari. Rumusannya sangat membantu umat Islam dalam menentukan waktu sholat dan hari-hari besar.
Hasil penelitian dan karya-karyanya telah memberikan inspirasi bagi astronom muslim maupun non-muslim. Hasil penelitiannya tentang matahari dan bulan sampai sekarang masih digunakan. Ia telah mengobservasi lebih dari 10.000 tempat posisi matahari dengan menggunakan astrolable yang besar berdiameter 1,4 meter.  Bahkan diklaim bahwa Ibnu Yunus merupakan orang pertama yang menggunakan pendulum untuk mengukur waktu.


C.    Penutup
Ibnu Yunus merupakan tokoh fenomenal di zamannya. Seorang pakar astronomi yang juga ahli astrologi dan juga mahir matematika. Ia mampu memadukan ilmu matematika untuk mengembangkan ilmu astronomi. Ia telah mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan ilmu astronomi. Mahakaryanya kitab al-Zij al-Hakimi al-Kabir hasil penelitiannya selama 32 telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan ilmu astronomi.
Kehidupan Ibnu Yunus dan dedikasinya menjadi inspirasi para ilmuan sesudahnya. Hasil penelitiannya yang akurat dijadikan rujukan. Maka tidak heran jika sampai sekaran namanya tetap harum dilubuk hati para ilmuan. Penelitiannya tentang matahari dan bulan serta catatan-catatan observasinya memberikan manfaat bagi umat Islam untuk mengetahui waktu sholat, kiblat dan hari-hari besar Islam.


Referensi
Astronomi an Overview (PDF), http://code.pediapress.com
JJ O’Connor, EF Robertson, Abu’l-Hasan Ali ibn ‘Abd al-Rahman ibn Yunus (article), http://www.gap-system.org/~history/Biographies/Yunus.html
Robert, Groundbreaking Scientific Experiments, Inventions and Discoveries through the Ages, 2004,London: Greenwood Press, (PDF)

No comments:

Post a Comment