Sunday, August 7, 2011

Teori Humanistik dan Aplikasinya


Teori Humanistik dan Aplikasinya

A.    Pendahuluan
Pembelajaran bukanlah sekedar proses transfer ilmu dari guru ke siswanya. Dan ketika siswa hafal atau sudah menampung ilmu yang dimiliki sang guru itu dikatakan berhasil. Tetapi pembelajaran adalah bagaimana guru membantu siswanya mendapatkan pengetahuan,  ketrampilan, cara berfikir yang baik, dan mengemukakan pendapat. Bagaimana siswa memiliki peran penting dalam proses belajarnya sendiri.
Teori humanistik yang akan penulis bahas merupakan teori yang mencoba untuk meluruskan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada teori-teori pembelajaran yang lain seperti behavioristik yang lebih mementinggkan hasil. Dalam makalah ini akan dibahas seputar teori humanistik, aplikasi teori, dan contoh aplikasinya.
Diharapkan kita bisa mengetahui apa itu teori humanistik dan aplikasinya dalam proses pembelajaran. Penulis juga mengharapkan bimbingan dari Bapak Dosen untuk memberikan koreksi atas makalah ini dan juga komentar serta saran dari teman-teman. Semoga makalah ini bermanfaat.
B.    Pembahasan
1.    Teori Humanistik
Teori humanistik berawal dari ketidakpuasan beberapa psikolog kepada teori psikodinamika dan behavioristik dalam menguraikan kepribadian. Menurut mereka kedua teori ini mengabaikan kualitas manusia yang berbeda dengan binatang.  Kedua teori ini pun banyak menggunakan binatang sebagai eksperimen, seakan-akan menyamakan manusia dengan binatang dalam segala hal, baik sifat maupun tingkah laku mereka. Dan hasil eksperimen tersebut diterapkan kepada manusia.  Di tahun 1950-an beberapa psikolog ini mendirikan sekolah psikologi yang dinamakan humanisme.
Psikolog humanistik melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka berpegang pada perspektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka menitik beratkan pada kemampuan manusia untuk berfikir secara rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya juga mereka memiliki kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Berbicara mengenai proses belajar, teori ini lebih menekankan pada pentingnya isi proses belajar. Bagi penganut teori ini proses belajar harus fokus pada manusia itu sendiri. Dalam kenyataanya teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar yang ideal. Teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang ideal daripada belajar seperti apa adanya yang biasanya kita lihat sehari-hari. Sehingga wajar jika teori ini sangat bersifat eklektik. Teori apapun bisa dimanfaatkan asal tujuan memanusiakan manusia bisa tercapai. Dan teori humanistik ini merupakan teori yang paling abstrak daripada teori yang lain, teori yang paling mendekari dunia filsafat daripada dunia pendidikan.
Dalam praktik, teori ini antara lain terwujud dalam pendekatan yang diusulkan oleh Ausubel (1968) yang disebut “ belajar bermakna” atau Meaningful Learning (teori ini juga dimasukkan dalam aliran kognitif). Teori ini juga terwujud dalam teori Bloom dan Krathwohl dalam bentuk Taksonomi Bloom. Selain itu, empat pakar lain yang juga termasuk ke dalam kubu teori ini adalah Kolb, Honey dan Mumford, serta Habermas.
Arthur Combs (1912-1999) salah satu dari tokoh psikologi humanistik berpendapat bahwa belajar hanya bisa terjadi bila mempunyai arti bagi individu.  Seorang guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai siswa-siswanya atau yang tidak relevan dengan kehidupan mereka. Seorang siswa yang tidak bisa ilmu perhitungan waris atau falak bukan karena mereka itu bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa. Karena mereka tidak memiliki alasan untuk mempelajarinya. Mereka tidak tahu akan pentingnya ilmu tersebut bagi mereka. Tugas guru disini adalah untuk menyadarkan siswanya tentang pentingnya materi yang ia sampaikan, sehingga siswa termotivasi untuk mempelajari dan memahami.
Dalam permasalahan ini guru harus mampu untuk memahami perilaku siswanya dan mencoba memahami persepsi siswanya tersebut, sehingga untuk mengubah perilaku siswa tersebut guru harus berusaha mengubah pandangan mereka terhadap materi yang dibawakannya. Banyak guru yang membuat kesalahan, ia berasumsi bahwa siswa mau mengikuti pelajarannya apabila pelajarannya tersebut disusun dan disajikan secara apik. Padahal menurut Combs arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu.  Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa siswa agar memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran terseut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.
2.    Aplikasi Teori Humanistik
Aplikasi teori humanistik lebih menitik beratkan pada semangat dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Peran guru dalam hal ini hanya sebagai fasilitator bagi para siswa dan memberikan motivasi kesadaran tentang makna belajar bagi mereka. Guru memberikan fasilitas belajar kepada siswa dan mendampingi mereka untuk mencapai tujuan dari pembelajaran.
Siswa berperan sebagai pelaku utama dalam proses pengalaman belajarnya sendiri. Mereka aktif  selama proses pembelajaran dilaksanakan. Dan diharapkan mereka mampu memahami potensi diri mereka sendiri dan mengembangkannya dengan bimbingan yang diberikan oleh guru.
Indikator keberhasilan dari aplikasi teori ini adalah siswa merasa nyaman dan bergairah selama proses belajar. Mereka memiliki inisiatif sendiri dalam belajar dan terjadi perubahan dalam pola pikir, sikap, perilaku atas kemauan mereka sendiri.  Siswa berani untuk mengemukakan pendapat mereka sendiri tidak terikat oleh pendapat orang lain. Mereka juga bebas mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan hak orang lain.

3.    Contoh Aplikasi
Dalam pelajaran Ushul Fikih dengan menggunakan teori humanistik, sebelum menyampaikan materi guru menjelaskan akan pentingnya ilmu Ushul Fikih bagi siswa untuk mengetahuinya. Dan guru juga menerangkan manfaat dari mempelajari ilmu tersebut dengan memberikan contoh-contoh akan pentingnya dan manfaatnya ilmu Ushul Fikih dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa tertarik dan termotivasi untuk mempelajarinya. Hal ini akan membantu lancarnya proses pembelajaran selanjutnya.
Selama proses pembelajaran diharapkan guru tidak monoton memberikan materi dengan berceramah panjang lebar sehingga siswa merasa jenuh dan bosan dalam kelas. Tapi guru memberikan ruang bagi siswa untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Guru bisa memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya dan memberikan kritik atas materi yang guru berikan, juga mereka bebas mengeluarkan pendapatnya dengan memberikan apresiasi atas apa yang mereka ungkapkan. Atau guru juga bisa memberikan waktu bagi siswa untuk berdiskusi mengenai materi.
C.    Kesimpulan
Teori Humanistik merupakan teori yang menitikberatkan pada pentingnya isi proses belajar. Dengan berfokus pada manusianya itu sendiri sebagai pelaku. Manusia yang memiliki kemampuan untuk berfikir secara rasional dan memiliki potensi yang maksimal untuk mengatur kehidupannya. Mereka bertanggung jawab atas kehidupan dan perbuata mereka. Mereka pun memiliki kebebasan dan kemampuan untuk mengubah perilaku dan sikap mereka.
Teori yang lahir dari ketidakpuasan para psikolog atas teori behaviorime dan psikodinamika ini memandang perlunya memanusiakan manusia dalam proses pembelajaran. Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami pribadi mereka dan mengerti potensi mereka sendiri. Sehingga tercapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri yaitu perubahan pola berfikir, sikap dan perilaku.
Dalam teori Humanistik peran guru hanya sebagai fasilitator dan motivator siswa dalam proses pembelajaran. Mereka memberikan motivasi yang menyadarkan siswanya akan pentingnya dan manfaat dari materi yang diberikan. Sehingga para siswa tergugah dan bergairah untuk mempelajari materi tersebut. Selama berlangsungnya proses pembelajaran siswa bisa berperan aktif dan memiliki inisiatif sendiri untuk belajar.

Daftar Pustaka

Agung, Latifatul Choir, Teori Humanisme, 2009, (PDF)
Hamzah, Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran, 2006, Jakarta: PT.  Bumi Aksara
Trimanjuniarso, Teori Belajar Humanistik, Trimanjuarsowordpress.com (DOC)

No comments:

Post a Comment