Friday, September 9, 2011

The Introductions of Al-Tarajum Books


I.                   Pendahuluan
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWt yang senantiasa melimpahkan rahmat taufiq-Nya. Dan Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muahammad SAW. Yang menjadi uswatun hasannah bagi kita.
Salah satu disiplin ilmu yaitu ulum al-Hadist, mempunyai peran krosial untuk menunjukkan eksistensinya dalam memahami seluk beluk suatu hadist. Apakah hadist itu murni dari nabi Muhammad (hadist shahih) atau ada hasil ada hasil rekayasa oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan sebuah kondisi dan kepentingan pribadi atau kelompok, karena perbedaan cara para rawi menerima hadist dari guru yang memberikan, maka perbedaan pulalah lafadz-lafadz yang dipakai untuk menyampaikan hadist.
II.                Pembahasan
A.    Kitab-Kitab Tentang biografi sahabat
Kitab-kitab biaografi para sahabat sangat penting artinya, terutama untuk mengetahui apakah itu hadist mursal atau hadist mawshul? Karena orang yang tidak mengetahui,apakah perawi yang menyandarkan perkataanya sampai kepada nabi SAW.itu sahabat atau tabi in?oleh karena itu tidak dapat diketahui, apakah suatu hadist riwayatnya mawshul atau mursal?.
Beberapa kitab familiar yang mendata tentang biografi sahabat di antaranya adalah:[1]
1.      Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab (الاستعب في معرفة الاصحاب) karya Ibnu Abdil Bar al-Andalusiy
Sesuai dengan namanya kitab ini merupakan kitab yang terbesar di antara kitab-kitab biografi sahabat, karena pengarangnya berusaha menyuguhkan sebagian yang terjadi di kalangan sahabat, sehingga dengan besar hati pengarang memberi judul Al-Isti’ab (pemahaman menyeluruh). Dalam pandangan beliau, kitab ini mencakup seluruh sahabat, meskipun ternyata masih banyak para sahabat yang belum terdeteksi oleh beliau. Kurang lebih ada 35.000 biografi sahabat terekam dalam kitab ini yang disusun memperhatikan huruf setelahnya, kemudian disebutkan perawi yang dikenal nama kunyahnya sesuai dengan urutan huruf hijaiyah, kemudian disebutkan nama sahabat perempuan berikut nama kunyahnya.
2.      Usud al-Ghabah fi Ma’rifati Asma’ al-Ashahabah (أسد الغابة في معرفة أسماء الصحابة) karya Izzudin Abi al-Hasan ‘Aliy bin Muhammad bin al-Atsir al-Jazriy (630 H)
Sebuah kitab yang apik yang memuat nama-nama sahabat, karena dengan jerih payahnya pengarang mampu menghimpun, memperbaiki, dan menyusuri kembali. Kitab ini memuat 7554 biografi sahabat yang disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah sesuai dengan sesuai dengan huruf pertama dan kedua sampai seterusnya, seperti pernyataan pengarangnya dalam muqoddimah kitab ini, juga berdasarkan nama bapak dan kakek serta kabilahnya baru kemudian nama sahabat perempuan dan nama kunyahnya.
3.      Al-Ishabah fi Tamyizis-Shahabah (إلاصا بة في تمييز الصحابة) karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalaniy (852 H)
Cukup beralasan kiranya ketika menelaan kitab ini, sebuah penilaian bahwa kitab ini merupakan kitab yang luas, karena pengarangnya mencoba menghimpun banyak nama sahabat, yang diambil dari kitab-kitab yang ditulis sebelumnya, kemudian diperbaiki dan disusun kembali dengan editing yang cukup ketat, serta ditambah dengan keterangan kitab-kitab lain. Kitab ini disusun berdasarkan urutan huruf mu’jam seperti yang pernah dilakukan oleh Ibnu al-Atsir. Terlebih dahulu dikemukakan nama sahabat lelaki dan kunyahnya, kemudian nama sahabat perempuan dan kunyahnya sesuai dengan huruf yang pertama dan setiap nama kunyahnya. Kitab ini lebih bagus dibandingkan dengan susunan berdasarkan huruf hijaiyah. Pembahasan kitab ini dibagi menjadi empat, yaitu:
a.       Bagian pertama: tentang orang yang dikenal sebagai sahabat, baik melalui riwayatnya sendiri, riwayatnya orang lain, atau bukti yang menunjukkan, bahwa ia adalah seorang sahabat.
b.      Bagian kedua: tentang sahabat kecil yang lahir pada masa Nabi Muhammada SAW, yaitu sahabat yang belum tamyiz (di bawah umur) ketika nabi SAW wafat.
c.       Bagian ketiga: tentang muhadharamayn (orang yang hidup dan mengalami masa jahiliyah dan Islam tapi tidak pernah berkumpul dan melihat nabi SAW). Yang disebutkan dalam kitab-kitab sebelum masa Ibnu Hajar. Mereka tidak termasuk sahabat, namun disebutkan dalam kitab ini, karena kedekatannya mereka dalam masa sahabat.
d.      Bagian keempat: tentang nama-nama yang diduga sebagai sahabat yang disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya. Kemudian dugaan itu dijelaskan kepastiannya, sahabat atau bukan. Kitab ini mengetengahkan 12267 biografi, 9477 untuk sahabat laki-laki yang dikenal nama aslinya, 1268 untuk sahabat yang dikenal kunyahnya, dan 1568 untuk nama asli dan kunyahnya sahabat perempuan.

B.       Kitab-kitab Biografi Perawi Hadits Secara Umum
Model kitab-kitab ini merupakan kitab yang memuat biografi hadits secara umum, tidak spesifik pada biografi perawi hadist kitab tertentu dan perawi yang tsiqah atau dha’if sebagian kitab-kitab yang populer dengan model ini adalah:[2]
1.      At-Tarikh al-Kabir (التارخ الكبير), karya al-Bukhoriy (256 H)
Kitab ini disusun oleh al-Bukhoriy dalam bentuk besar, sehingga memuat 12315 biografi. Pada naskah yang telah dicetak diberi nomor urut, yang disusun berdasarkan urutan huruf mu’jam dengan memperhatikan huruf pertama dari nama perawi dan nama bapaknya. Tetapi al-Bukhariy memulai pembahasan dengan menyebutkan nama Muhammad karena nama ini dianggap mulia, karena sama dengan nama nabi. Beliau juga mendahulukan nama-nama sahabat tanpa memperhatikan nama bapaknya. Kemudian baru menyebutkan seluruh nama perawi dengan memperhatikan urutan nama-nama bapaknya. Seperti yang sudah disinyalir beliau dengan muqaddimah kitab ini.
2.      Al-Jarhu wa Ta’dhilu (الجرح والتأديل) karya Ibnu Abiy Hatim (237 H)
Kitab ini merupakan ringkasan dan kutipan bukhariy dalam At-Tarikh al-Kabir, dan disusun dengan banyak menyebutkan pendapat ulama’ tentang jarh dan ta’dhil perawi, meringkas dan menjelaskan menurut ijtihad beliau sendiri. Kitab ini termasuk kriteria kitab jarh dan ta’dhil seperti nama yang telah beliau berikan, dan telah dicetak menjadi delapan jilid beserta muqaddimahnya. Namun biografi di dalamnya sangat ringkas, karena setiap perawi hanya ditulis dalam satu sampai lima baris.
Biografi dalam kitab ini disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah dengan memperhatikan huruf pertama dari nama perawi dan nama bapaknya. Dengan cara memulai dari nama-nama sahabat pada tiap satu huruf, dan nama-nama itu banyak diulang.
C.    Kitab-kitab Biografi Perawi, Kitab Hadits Tertentu
Kitab-kitab model ini hanya memuat biografi perawi kitab-kitab hadits tertentu secara ringkas, tidak memuat biografi perawi yang lain. Sehingga seseorang mudah mengetahui biografi perawi yang dikehendaki di antara beberapa perawi kitab tertentu. Di antara kitab-kitab itu, terutama yang telah dicetak, adalah:[3]
1.      Al-Hidayah wa al-Irsyad fi al-Ma’rifatiy ahl al-Tsiqotiy wa al-Syadad (الهداية والارشاد في معرفة أهل الثقة والشداد)
Kitab ini ditulis oleh Abu Nasr Ahmad bin Muhammad al-Kalabadziy (398 H), salah satu kitab yang secara khusus membahas perawi kitab Shahih Bukhari.
2.      Rijaalu Shahihi Muslimiy (رجال صحيح مسلم)
Kitab ini ditulis oleh Abu Bakar Ahmad bin ‘Aliy al-Ashfahaniy yang terkenal dengan Ibnu Munjiyah (438 H).
3.      Al-Jam’u Baina Rijal al-Shahihaini (الجمع بين رجال الصحيحين)
Kitab ini ditulis oleh Abu Fadl, Muhammad bin Thahir al-Miqdasiy yang terkenal dengan Ibnu Qisraniy (507 H).
Kitab ini merupakan himpunan kitab al-Kalabadziy dan Ibnu Munjiyah dengan tambahan beberapa pembahasan yang tidak dimuat dalam kedua kitab tersebut. Kitab ini dapat dikatakan sebagai kitab gabungan dari dua pengarang yang diedit secara ketat.
4.      At-Ta’rif bi Rijal al-Muwatto’ (التعريف برجال الموطاء) karya Muhammad bin Yahya al-Hadzadzas al-Tamimiy (416 H).

5.      Kitab-kitab Biografi Perawi Kitab Hadits Enam
Para ulama’ telah menulis berbagai kitab yang menghiumpun biografi perawi kitab hadist enam dan kitab biografi perawi kitab lain karya pengarang kitab hadist enam.
Di antara ulama’ ada yang telah menulis berbagai kitab yang menghimpun biografi perawi kitab hadits enam dan biografi perawi kitab karya pengarang hadist enam. Kitab-kitab tersebut adalah:[4]
a.       Kitab al-Kamal fi Asma’ al-Rijal (الكمل في أسماء رجال)
Di antara kitab-kitab biografi perawi kitab hadits enam yang paling awal sampai pada kita adalah kitab Kitab al-Kamal fi Asma’ al-Rijal karya al-Hafidz Abdul Ghaniy bin Abdul Wahid al-Maqdisiy bin al-Jamailiy al-Hambali (600 H).
Kitab ini menjadi induk biografi perawi kitab hadits enam (kutub al-sittah) bagi orang-orang setelahnya. Hanya saja pembahasannya terlalu panjang dan perlu pembetulan dan pengeditan dan pemeriksaan kembali terhadap sebagian masalah, serta perbaikan beberapa pendapat dan contoh. Kitab ini menurut Ibnu Hajar, adalah kitab biografi perawi hadist terlengkap dan merupakan karya terbesar bagi para intelektual hadist.
b.      Kitab Tahdhib al-Kamal (تهذيب الكمل) Al-Hafidz Abul Hajjaj Yusuf bin Az-Zakiy al-Maziy (742 H)
Untuk menyempurnakan dan memperbaiki kitab al-Kamal li Asma al-Rijal, mushanif telah menyusun kitab yang berjudul al-Kamal. Kitab ini menurut Ibnu Hajar disusun dengan sistematika yang bagus, namun masih terlalu panjang.
c.       Kitab Ikmalu Tahdib al-Kamal (إكمال تهذيب الكمل) oleh al-Hafidz Alaudin Mughalataya (762 M)
Kitab ini merupakan penyempurnaan terhadap kitab al-Maziy, suatu kitab besar yang sangat berguna. Ibnu Hajar sendiri berkata: “Saya memakai kitab tebal ini.”
d.      Kitab Tahdhib al-Tahdhib karya al-Hafidz Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Dhahabiy (748 H)
Beliau menulis dua kitab yang melebihi karya gurunya (al-Maziy) yaitu Tahdhib al-Tahdhib (kitab yang besar) dan al-Kasyif (kitab yang kecil), guna mengetahui biografi perawi kitab hadist enam. Terhadap kitab ini, Ibnu Hajar memberikan komentar bahwa Adzhabiy menggunakan ungkapan yang sangat panjang dalam kitabnya, namun tidak melebihi al-Tahdhib pada umumnya. Karenanya, Ibnu Hajar menyatakan: “Saya menambah sedikit bahasan ke dalam Tahdhib al-Tahdhib karya Adhahabiy, pada kitab muhtasar ini, sehingga kitab ini agak tebal.
e.       Kitab Al-Kasyif
Kitab ini adalah ringkasan kitab Tahdhib al-Kamal karya al-Madziy yang hanya menyebutkan nama perawi, bapaknya, dan terkadang nama kakeknya, kunyah, dan nisbatnya, dua atau tiga guru dan muridnya yang terkenal serta menyebutkan sedikit keadaan perawi (dari segi penilaian tsiqoh atau cacatnya), kemudian tahun wafatnya. Selain itu, pada setiap nama disebutkan tanda periwayatan imam enam. Sehingga hanya disebutkan biografi pada perawi kitab enam yang disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah dan dimulai dari nama Ahmad pada huruf hamzah dan nama Muhammad pada huruf mim. Break
f.       Kitab Tahdhib at-Tahdib
Al-Hafidz Hajar al-Asqalaniy meringkas dan memperbaiki kitab Tahdhib al-Kamal karya al-Madzi menjadi sebuah kitab yang bernama Tahdhib –alTahdhib dengan menggunakan beberapa metode dan sistematik penulisan.
g.      Kitab Taqrib at-Tahdhib
Kitab ini adalah ringkasan Ibnu Hajar dari kitabnya sendiri. (Tahdhib at-Tahdib), yang hanya memuat seperenam dari isi kitab secara keseluruhan. Dalam muqaddimah kitab ini, Ibnu Hajar menulis, bahwa motifasi penyusunan kitab Tahdhhib at-Tahdhib ini untuk memenuhi permintaan beberapa orang temannya agar ia sudi menulis nama-nama perawi dalam Tahdhib at-Tahdhib secara khusus. Pada mulanya beliau tidak memenuhi permintaan itu, baru setelah itu, beliau memenuhi permintaan mereka dengan menulis biografi setiap perawi. Hal ini terungkap dalam tulisan dalam muqaddimah.
6.      Kitab at-Tadzkirah bi Rijal al-Asirah, karya Abu Abdillah Muhammad bin Aliy al-Husaini ad-Dimasyikiy (765 H).
Kitab ini memuat biografi sepuluh perawi kitab hadits, yaitu kitab hadits enam yang merupakan objek pembahasan kitab Tahdhib al-Kamal karya al-Madziy, dan empat kitab hadist karya pendiri madhab empat, yaitu al-Muwatto’, Musnad al-Syafi’iy, Musnad Ahmad bin Hambal, dan Musnad Abu Hanifah yang telah ditakhrij haditsnya oleh al-Husain bin Muhammad bin Khusr. Dalam kitab at-Tadzkirah ini, pengarang tidak menyebutkan biografi sebagian kitab hadits enam, seperti dilakukan oleh al-Madzhi. Tujuan utama penyusunan kitab ini, untuk menghimpun biografi perawi yang masyhur pada abad ketiga: yaitu para ulama’ yang menjadi pemegang sumber penyusunan kitab hadist enam dan kitab dari tokoh madhab empat. Kitab ini bagus dan sangat berguna dan masih ada beberapa naskah manuskripnya yang sempurna. Namun belum pernah dicetak sampai sekarang.
7.      Kitab Ta’jil al-manfaah hi Zawa’idi Rijal al-A’immat al-Arba’ah: Karya Ibnu Hajar al-Asqalaniy.
Kitab ini hanya memuat biografi para perawi kitab hadits karya Imam madhab empat yang belum dibahas oleh al-Madhzi dalam kitab Tahdhibnya.
Setelah pengarang kitab ini membaca ulang dan menggunakan kitab at-Tadzkirah karya al-Husainiy, ternyata beliau menemukan beberapa biografi perawi yang belum dicatat oleh al-Madzi dalam Tahdhibnya, kemudian Ibnu Hajar memperbaiki beberapa pembahasan yang masih rancu dan menambah beberapa biografi kitab al-Ghara’ib an Malik yang telah dihimpun ad-Daru Quthniy, kitab Ma’rifat al-Sunan wa al-Atsar karya al-baihaqiy, kitab al-Zuhud karya Imam Ahmad dan kitab al-Atsar karya Muhammad bin al-Hasan serta biografi perawi yang tidak terdapat dalam kitab hadist karya imam madhab empat seperti yang disebutkan oleh al-Husaini.
III.             Daftar Pustaka
-          Thahan, Mahmud. 1991, Ushul al-Takhrij wa Dirasah al-Asanid, al-Riyadl: Maktabah al-Ma’arif.


[1] Mahmud Thahan, Ushul al-Takhrij wa Dirasah al-Asanid, (Al-Riyadl: Maktabah al-Ma’arif, cet. II. 1991). Hlm. 149
[2] Ibid., hlm. 152
[3] Ibid., hlm. 126
[4] Ibid., hlm. 158-168

No comments:

Post a Comment