Wednesday, October 19, 2011

Pengembangan Komponen Kurikulum, Pinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum,

.Bab I
A. Pendahuluan
Pengembangan kurikulum secara menyeluruh tak munkin dipisahkan dari system pendidikan nasional dalam urutan waktu. Dari study perkembangan  kerikulum juga tak munkin dipisahkan dari perkembangan komponen yang mendasari perancanaan dan perkembangan kurikulum.
Komponen- komponennya adalah: 1. Perkembangan tujuan pendidikan 2. Perkembangan teori belajar 3. Perkembangan siswa  4. Perkembangan kultur 5. perkembangan bentuk kurikulum yang digunakan. Maka dengan ini penulis akan membahas tentang pengembangan kurikulim komponen kurikulum  yang mencakup lima unsur diatas.













Bab II
A.    Pembahasan
Dalam sejarah pendidikan, kita mengenal terjadinya perkekembangan pendidikan dalam  tiga periode. Yaitu: pendidikan tradisional , pendidikan progresif, dan pendidikan modern.
Pendidikan tradisional bertitik tolak pada pemikiran bahwa tujuan pendidikan semata-mata mengembangkan kualitas pendidikan anak atau siswa, pendidikan progresif yaitu pendidikan dipandang suatu usaha untuk mengembangkan pribadi anak. Sedangkan perkembangan modern yaitu system pendidikannya berorientasi pada masyarakat yang terus berubah dan maju. Para anak didik dipandang sebagai organisme hidup, calon masyarakat, berasal dari masyarakat pula[1].
Perubahan dan perkembangan ini membawa implikasi terhadap perkembangan kurikulum karena kurikulum dipandang sebagai alat menerapkan “pendidikan adalah disini dan sekarang juga”. Dalam konteksnya inilah kurikulum bentuk baru yang disebut integrated curriculum.
Pengembangan kurikulum secara menyeluruh tak munkin dipisahkan dari system pendidikan nasional dalam urutan waktu. Dari study perkembangan  kerikulum juga tak munkin dipisahkan dari perkembangan komponen yang mendasari perancanaan dan perkembangan kurikulum. komponen- komponennya adalah: 1. Perkembangan tujuan pendidikan 2. Perkembangan teori belajar 3. Perkembangan siswa  4. Perkembangan kultur 5.perkembangan bentuk kurikulum yang digunakan.
1.      Pengembangan Komponen Tujuan Kurikulum
Tujuan kurikulum merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh suatu kurikulum Karena itu tujuan dirumuskan sedemikian rupa  dengan mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu:
1)      tujuan pendidikan nasional, karena tujuan menjadi landasan bagi semua lembaga pendidikan
2)      kesesuaian antara tujuan kurikulum dan tujuan lembaga pendidikan yang bersangkutan
3)      kesesuaian tujuan kurikulum dengan kebutuhan masyarakat atau lapangan kerja, untuk mana tenaga-tenaga akan dipersiapkan.
4)      kesesuaian tujuan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini.
5)      kesesuaian tujuan kurikulum dengan system nilai dan aspirasi yang berlaku dalam masyarakat[2].
            Sebagai pedoman dalam merumuskan tujuan kurikulum munkin ada baiknya kita menggunakan Bloom Dkk. Yang terkenal dengan” Taxonomy Of Education Objectives”. Kita jadikan sebagai alat untuk mengkatagorikan tujuan kurikulum. Katagori tersebut adalah sebagai berikut:  The Kognitif Domain, The Afektif Domain, dan The Psychomotor Domain.
2.      Pengembangan Komponen Belajar
Pandangan tentang belajar akan mendasari kurikulum yang akan dilaksanakan. Dewasa ini kebanyakan kurikulum didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif, kendatipun demikian guru pun harus aktif dalam merencanakan, merancang pikiran, membimbing dan enilai siswa. Dalam hubungan itu ada beberapa prinsip belajar yang dapat kita jadikan pegangan, diantaranya:
1)      Belajar senantiasa bertujuan
2)      Belajar berdasarka kebutuhan dan motivasi siswa
3)      Belajar berarti mengorganisasi pengalaman
4)      Belajar memerlukan pemahaman
5)      Belajar bersifat keseluruhan
6)      Belajar memerlukan ulangan dan latihan
7)      Belajar memperhatikan perbedaan individual
8)      Belajar harus kontinu
9)      Dalam prose belajar senantiasa tedapa hambatan- hambatan
10)  Hasil belajar adalah dalam bentuk perubahan prilaku siswa secara menyeluruh
Prinsip-prinsip belajar tersebut umumnya telah menjadi kesimpulan semua ahli psikologi belajar, Karena itu prinsip ini perlu dipertimbangkan dalam perencanaan kurikulum[3].

3.      Pengembangan Komponen Siswa
Proses perencanaan kurikulum senantiasa mempertimbangkan sikapa yang akan menerima kurikulum itu. Berhasil tidaknya kurikulum banyak tergantung pada kesesuaian dan isi kurikulum dan pihak yang menyerapnya. Pengakuan pendidik terhadap anak sebagai individu yang sedang berkembanag yang memiliki potensi untuk berkembang, yang berbeda satu dengan lainnyasecara individuala yang mampu berinteraksi dan bereaksi,yang mampu menerima,yang kreatif dan berusaha menemukan sendiri semuanya menjadi bahan pertimbangan dalam munyusun kurikulum. Karena itukita dapat menolak kenyataan bahwa menyusun kurikulum siswa sekolah dasar berbeda dengan sekolah menengah keatas.
Pandangan tentang siswa juga sangat berpengaruh dan patutu pula diperhatikan, bahwa antara siswa satu dengan lainnya antara kelompok atau kelas yang sama sudah tenttu berbeda mengenai masalah starategi instruksional. Kenyataan ini membawa imp;ikasi yang jauh terhadap pembinaan dan pengembangan kurikulum dan strategi belajar mengajar.
4.      Pengembangan Komponen Kemasayarakatan
Pertanyaan yang sering muncul ialah, kurikkilum akan membawa anak ke mana? Jawaban singkatnya: kemasyarakat. Pertayaan ini membawa implikasi bahwa kurikulum harus mempertimbangkan masyrakan dalam semua aspek, sesuai dengan sistem kepercayaan, nilai, dan kebutuhan yang terpadu dalam masyarakat. Kurikulum harus sejalan dengan pembentuk tenaga pembangunan yang kreatif, kritis dan inovatif, dan produktif. Untuk mengetahui bagaimana keinginan, kebutuhan dan semua aspirasi di masyrakat sebaiknya di lakukan surve lapangan dan documenter[4].
5.      Pengembangan Komponen Organisasi Materi Kurikulum
Materi kurikulum yang yang disusun itu adalah untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, bahwa kurikulum yang direncanakan itu seharusnya mengikuti pola, organisasi tertentu. Jika kita ingin merancang isi kurikulum maka criteria berikut ini bisa dijadikan pedoman, yaitu:
                                 I.            kriteria dalam hubungan dan tujuan pendidikan
                              II.            kriteria sehubungan dengan sikap siswa
                           III.            kriteria yang bertalian dengan proses pendidikan
Bentuk organisasi kurikulum yang akan dipergunakan hendaknya memperhatikan beberapa faktor, yakni: urutan bahan pelajaran, ruang lingkup dan penempatan bahan pelajaran. Kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran, urutan bahan dan ruang lingkup dan penempatannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.
Tingkat kesulitan dan kemudahan misalnya untuk mata pelajaran sejarah sudah tentu berbeda dengan pelajaran bahasa. Demikian pula kekuasaan yang menentukan ruang lingkupnya serta penempatan bahan tentunya harus berbeda[5].

B.     Analisis Pemakalah Tentang Komponen Kurikulum
Dalam hal ini pemakalah akan menawarkan 4 komponen yaitu, komponen tujuan, isi kurikulum, metode, dan evaluasi. Sebagai suatu system,setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Manakala salah satu komponen yang terbentuk sister kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainnya maka system kurikulum juga akan terganggu.
1. Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam sekala macro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau system nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan.
2. Komponen Isi /Materi Pelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau mteri pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
3. Metode
Metode adalah upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode juga digunakan untuk merealisasikan strateg iyang telah ditetapkan. Disini metode berfungsi sebagai cara untuk mengimplimentasikan mata pelajaran yang akan dijelaskan.
4. Evaluasi
Evaluasi adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan, memperhitungkan, dan mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik. Evaluasi lebih bersifat melihat ke depan dari pada melihat kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dan ditujukan pada upaya peningkatan kesempatan demi keberhasilan program. Dengan demikian misi dari evaluasi itu adalah perbaikan atau penyempurnaan di masa mendatang atas suatu program. Jadi evaluasi adalah sebuah alat pengukur atau indicator untuk melihat tingkat keberhasilan suatu program yang dijalankan.
C.     Pinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
Diantara prinsip pengembangan kurikulum adalah:
1)      Prinsip Berorientasi Pada Tujuan
Pengembangan kurikulm diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang bertitik tolak pada tujuan pendidikan nasional.
2)      Prinsip Relevansi
Pengembangan kurikulum yang mencakup tujuan, isi, dan system pnyampaian harus relevan dengan kebutuhan ddan keadaan masyarakat.
3)      Prinsip Efesiensi dan Efektivitas
Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efesiensi dalam menggunakan dana, waktu,tenaga dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal.
4)      Prinsip Fleksibilitas( Keluwesan)
Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, iubah , dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan atau keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku.
5)      Prinsip Berkesinambungan
Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya bagian- bagian, aspek , materi dan bahan kajian disusun secara berurutan tidak terlepas.
6)      Prinsip Mutu
Pengembangan kurikulum berorientasi pada mutu pendidikan dan pendidikan mutu[6].








Bab III
Kesimpulan
Dalam sejarah pendidikan, kita mengenal terjadinya perkekembangan pendidikan dalam  tiga periode. Yaitu: pendidikan tradisional , pendidikan progresif, dan pendidikan modern.
Dari study perkembangan  kerikulum juga tak munkin dipisahkan dari perkembangan komponen yang mendasari perancanaan dan perkembangan kurikulum. komponen- komponennya adalah: 1. Perkembangan tujuan pendidikan 2. Perkembangan teori belajar 3. Perkembangan siswa  4. Perkembangan kultur 5. perkembangan bentuk kurikulum yang digunakan.


Daftar Pustaka:

Hamalik, Oemar, 2006, Manajemen Pengembangan Kurikulum, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Hamalik, Oemar, 2005, Kurikulum dan Pembelajaran, PT Bumi Aksara, Jakarta.







[1] Prof. Dr. Oemar Hamalik. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2006. Hlm 117-18.
[2] Ibid. Hlm 123.
[3] Ibid. Hlm 126.
[4] Ibid. Hlm127.
[5] Ibid. Hlm 129.
[6] Dr.Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2005. Hlm 30-32.

No comments:

Post a Comment