Wednesday, November 2, 2011

Perokok pun berdalil... (Mengkeritik Dokter yang melarang rokok, tapi tidak memberi solusi).









 






Perokok pun berdalil...
Mengarang indah  si dokter. Sudah sudah menjadi rahasia umum kalau para dokter tidak hanya mendoakan agar banyak pasien, tapi juga berusaha untuk mempertahankan banyak pasien dengan cara:
1. Malpraktek
2. Menakut-nakuti pasien lama atau calon pasien baru.

Rokok mungkin salah satu penyebab penyakit asma atau penyebab lainnya. Tapi apakah anda tahu kalau asap karbon dari kendaraan bermotor di jakarta jauh lebih berbahaya daripada asap rokok? Apakah asap rokok sebanding dengan polusi udara yang disebabkan oleh debu, sampah, asap kendaraan bermotor, asap pabrik, gas limbah beracun dll? Apakah anda tahu bahwa makanan yang anda makan sehari2 tidak hanya tercemar oleh asap rokok melainkan juga zat2 beracun lainnya dari sampah yang dibuang ke tempat lokasi tumbuhnya makanan?

Dunia ini sudah semakin tua, sudah tidak ada yang sehat. Tidak merokok bukan berarti kita lebih sehat dari para perokok. Apakah anda pernah tahu kalau manusia itu punya daya tahan tubuh? Manusia bisa tahan terhadap pestisida yang terdapat di sayuran dan beras yang dimakannya, apakah terhadap asap rokok tidak tahan?

Semakin anda ketakutan, semakin ramai rumah sakit, karena orang2 akan berusaha mendapatkan informasi tentang kesehatannya, seakan-akan mereka tidak akan mati.

Saya sarankan nikmatilah hidup selagi bisa. Kalau kita sepakat ingin rokok dilarang, maka caranya bukan dengan menakut-nakuti para perokok, tapi buat undang2 tentang larangan pemakaian tembakau dalam bentuk rokok, sama halnya larangan terhadap ganja atau mariyuana.

Terakhir, ada sebuah cerita:
Di suatu negeri yang sedang berkembang terdapatlah seorang kakek tua yang umurnya sekitar 115 tahun. Karena suatu hal sang kakek ketahuan umurnya oleh media dan mulailah media menjual profil si kakek yang masih hidup pada umur 115 tahun. Pada saat wawancara dengan si kakek, seorang reporter wanita bertanya: "Apa sih rahasianya kek, kok bisa berumur panjang".
Si kakek menjawab, " Ehemm (batuk - batuk kecil), pertama, jangan panggil saya kakek, saya masih lajang, panggil saja saya Oom dik!"
Lanjutnya kemudian, " Saya selama hidup tidak pernah merokok, tidak pernah minum minuman keras, kalau makan tidak sampai kekenyangan. "
Tiba-tiba pintu di dapur terbuka dengan keras dan ada lelaki tua sedang gusar mencari sesuatu, " Hey Dimas, mana rokok ayah?"
Si kakek menyahut, " Coba lihat di atas lemari makan ayah."

****

No comments:

Post a Comment