Friday, June 12, 2015

Profile SMP Internasional Laboratorium Universitas Negeri Malang 2015




 
PROGRAM BELJAR 9 TAHUN SD LAB DAN SMP INTERNASIONAL LAB UM SATU ATAP
1. Peran dan Fungsi Sistem Persekolahan
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki ciri: terkontrol, terstruktur dan sistimatis. Ciri ini  tercermin dalam keseluruhan unsur persekolahan yang meliputi : tujuan yang akan dicapai, kurikulum, alokasi waktu, tenaga kependidikan, sarana dan prasarananya, peserta didiknya, sistem anggaran yang digunakan dan sistem organisasinya. Dengan perkataan lain, sistem persekolahan penyelenggaraannya melalui sistem manajemen yang baku.
Sistem persekolahan mengemban fungsi dan peranannya dalam pelaksanaan  pendidikan yang efektif dan efisien. Terlebih lagi menghadapi perkembangan  sosial budaya masyarakat  yang kompleks saat ini dan mendatang , tuntutan akan efektivitas dan efisiensi fungsi dan peran  sistem persekolahan semakin  tinggi. Sistem persekolahan saat ini, dituntut  dua  hal, yaitu : (1)  sekolah dituntut untuk mampu membantu anak untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai yang memungkinkan  anak tersebut dapat belajar lanjut dalam kehidupannya di masyarakat yang selalu berubah, dan (2)  sekolah dituntut untuk membantu anak  untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dalam menghadapi masyarakat yang selalu berubah.
            Harapan masyarakat sebagai norma dan sumber dalam penentuan peran sekolah, gilirannya juga harus mendapatkan perhatian mengidentifikasi  harapan masyarakat terhadap Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan khususnya: bahwa sekolah Menengah pertama diharapkan untuk berperan sebagai berikut  (1) membelajarkan anak tentang keterampilan membaca, menulis, dan  berhitung, (2) keterampilan memecahkan masalah, (3) keterampilan untuk menghomati hukum dan pemerintah, (4)  bergaul dengan orang lain, (5) keterampilan berbicara dan mendengarkan, (6) keterampilan vokasional, (7)  pendidikan kesehatan dan kebugaran tubuh, (8) membelajarkan anak untuk memahami dunia saat ini dan kemarin, dan (9) bagaiamana bersaing  secara sehat dengan orang lain. Dan kompetensi lulusan sekolah menengah pertama diharapkan mampu (1). Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja (2) Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri (3). Menunjukkan sikap  percaya diri (4). Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas (5). Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional (6). Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif  (7).Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif (8). Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya (9).  Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (10). Mendeskripsi gejala alam dan sosial (11). Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab (12). Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (13). Menghargai  karya seni dan budaya nasional (14). Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya (15). Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang (16). Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif  dan santun (17). Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat (18) Menghargai adanya perbedaan pendapat (19). Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana (20) Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana (21) Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah

2. Sekolah Menengah Pertama Internasional Laboratorium UM
Pendidikan dasar berdasarkan perundang-undangan yang ada adalah  (1) bentuk satuan pendidikan menengah pertama menyelenggarakan program pendidikan tiga tahun, (2)  termasuk pula program pendidikan Sekolah Menengah Petama itu adalah Madrasah Ibtidaiyah  yang bercirikan agama Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama, (3) dan pula yang dimaksud program pendidikan Sekolah Menegah Petama adalah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah yang disebut Sekolah Menegah Petama Negeri, maupun Sekolah Menegah Petama Swasta yang diselenggarakan oleh masyarakat, (3) demikian pula yang dimaksud program pendidikan dasar itu adalah bentuk satuan pendidikan dasar yang memnyelenggarakan program pendidikan enam tahun yang terdiri atas termasuk Sekolah dasar
Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa dalam mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, serta mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Sementara itu , menurut kurikulum berbasis kompetensi tujuan Sekolah Menengah Petama adalah (1) menanamkan dasar-dasar perilaku budi pekerti dan beraklak mulia, (2) menumbuhkan kemahiran membaca, menulis dan berhitung, (3) mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berfikir logis, kritis dan kreatif, (4) menumbuhkan sikap toleran, tanggung jawab, kemandirian dan kecakapan emosional, (5) memberikan dasar-dasar keterampilan hidup, kewirausahaan dan etos kerja, (6) membentuk rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.
Bertolak dari tujuan pendidikan Sekolah Menengah Petama tersebut, target kompetensi tamatan Sekolah Menengah Petama termasuk lulusan adalah (1) mengenali dan berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang diyakini, (2) mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri, beretos kerja, peduli terhadap lingkungan, (3) berfikir logis, kritis, dan kreatif serta berkomunikasi melalui berbagai media, (4) menyenangi keindahan, (5) membiasakan hidup bersih, bugar dsehat, (6) memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air  Sejalan dengan perkembangan pendidikan persekolahan saat ini, dimana pengelolaan pendidikan lebih bersifat desentralisasi, maka melalui model manajemen berbasis sekolah, masing-masing lembaga pendidikan persekolahan melakukan improvisasi pengembangan tujuan pendidikan dan kurikulum yang didasarkan atas visi dan misi yang akan dicapainya. Bahkan berdasar perundang-undangan yang ada, utamanya pasal 50 undang-undang SISDIKNAS, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pemerintah telah mengakomodasi standar nasional pendidikan bertaraf Internasional.  Berkenaan dengan gambaran  persekolahan tersebut di atas, maka Sekolah Menegah Petama  ke depan haruslah mampu mewujudkan kualifikasi sumber daya manusia yang  berkualitas.  Kualitas  manusia lulusan Sekolah Menegah Petama yang mampu menghadapi masalah  kedepan  adalah lulusan yang memiliki tiga ciri  utama, yaitu  (1) Sumber daya manusia yang sadar IPTEK, (2) kreatif, (3)  memiliki soli­daritas-etis dan penghayatan serta pengamalan nilai religius
Pertama, sumber daya manusia yang sadar IPTEK adalah well informed, tahu  banyak  pengetahuan.  Mampu  mencerna  informasi,  dan mengolah  informasi  untuk  diri  dan  masyarakatnya.  Mampu menganalisis  informasi  segala  perubahan  guna  menentukan sikap  terhadap  perubahan. Mampu  belajar  sepanjang  hayat (life long learning), memiliki kemampuan nalar yang  tinggi, kreatif, dan mampu bernalar secara  Integratif-konsepsional. Mampu  mendayagunakan IPTEK, bahkan dapat menemukan  inovasi untuk menciptakan pembaharuan
Kedua, sumber daya manusia yang kreatif adalah manusia yang tidak   ter bawa  oleh  arus  perubahan kebudayaan  begitu  saja.  Bukan manusia yang sekedar mampu menyesuaikan perubahan kebudayaan belaka. Manusia kreatif mampu menciptakan kebaruan, memiliki kemampuan  yang kompetitif. Manusia kreatif, adalah  manusia yang inteligen, memiliki minat yang tinggi, imaginer, fleksibel dan kemampuan sosial yang efektif. Secara intelektual, manusia kreatif mampu berfikir secara divergen, yakni  pemi kiran  yang orisinil, fleksibel dan sensitif. Memiliki  daya ingat  yang  tinggi  dan dapat  berfikir secara  evaluatif. Dilihat  dari  sisi minat dan motivasinya, manusia  kreatif memiliki  ciri  selalu ingin tahu, gemar bermain  ide,  suka menghadapi tantangan. Dan dari sisi kepribadiannya,  manusia kreatif bercirikan mandiri, terbuka dan tanggung jawab  atas segala resiko tindakan yang diambilnya
Mandiri  sebagai  ciri manusia kreatif,  memiliki  lima komponen utama, (1) bebas dalam arti tumbuhnya tindakan atas kehendak  sendiri,  (2) progresif dan  ulet  dalam  mencapai prestasi,  (3)  berinisiatif, mampu berfikir  dan  bertindak secara  orisinil,  (4) internal locus of  control  (memiliki kemampuan mengendalikan diri, (5) self esteem dan self confidence  (memiliki harga diri dan kepercayaan diri.
Ketiga, lulusan Sekolah Menegah Petama sebagai sumber daya manusia yang memiliki solidaritas-etis dan penghayatan serta pengamalan nilai-nilai moral.  Kompetitif  merupakan ciri globalisasi, oleh karena  itu  lulusan Sekolah Menegah Petama laboratorium  perlu memiliki kualitas yang  kompetitif.  Meskipun demikian, tetap dituntut untuk  memiliki solidaritas sosial.  Memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan  kebangsaan. Keunggulan kompetitif harus dilandasi oleh dan bermuara pada rasa tanggung jawab social-kebangsaan dan etika religius.
Solidaritas-etis  sebagai  kualitas sumberdaya manusia  untuk  menghadapi masyarakat  masa  depan,  bertumpu pada  kualitas kehidupan bermasyarakat yang meliputi (1) keserasian  sosial, (2) kesetiakawanan sosial, (3) disiplin social dan individual, (4) kualitas komunikasi social-silahturohim .

3. Visi-Misi dan Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Internasional Laboratorium Universitas Negeri Malang
A.   Visi Misi dan  Tugas Sekolah
1.      Visi Sekolah adalah terwujudnya pendidikan dasar model bagi pencapaian kecerdasan budaya lulusan dalam kehidupan  global -multikultural melalui perwujudan sekolah sebagai pusat masyarakat belajar (learning society)  yang bercirikan mandiri, aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, bermartabat, berkepribadian, dan berwawasan lingkungan hidup.
2.      Misi S (1) pusat pengembangan pendidikan logika/ilmiah, (2) pusat pengembangan pendidikan etika, (3) pusat pengembangan pendidikan aestetika, (4) pusat pengembangan pendidikan humanika (5) pusat pengembangan pendidikan lingkungan hidup dan (6) pusat pengembangan pendidikan praktika.
3.      Tugas  sekolah adalah mendidik dan membelajarkan anak sebagai berikut
a.       Mengembangkan anak untuk menjadi warga dunia dalam prespektif bahasa, budaya dan belajar hidup bersama
b.      Membangun dan mendorong pribadi siswa untuk memiliki identitas diri sebagai bangsa dan kesadaran akan budaya nasional
c.       Membantu anak untuk mengenal dan menghayati nilai-nilai universal kemanusiaan
d.      Menstimulasi keingintahuan dan kebiasaan untuk menyelidiki agar supaya dapat membantu semangat untuk menemukan dan kegemaran belajar
e.       Melengkapi anak dengan keterampilan belajar untuk mendapatkan pengetahuan secara individual maupun secara kolaboratif, dan mampu menerapkan keterampilan dan pengetahuannya itu dalam berbagai bidang dan keperluan secara luas

B. Tujuan
  1. Tujuan Institusional
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan ini adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  1. Tujuan Institusional Operasional pendidikan Sekolah Menengah Pertama Laboratorium 2 adalah berikut ini
  1. Menghasilkan lulusan berpengetahuan luas dan mampu berfikir secara logis, mandiri dan kreatif dengan ciri-ciri kepribadian:
(1)   Gemar, biasa dan butuh membaca
(2)   Rajin,dan tekun belajar untuk meningkatkan pengetahuan
(3)   Suka meneliti, menyelidik dan selalu ingin tahu
(4)   Gemar menulis, menyusun karya penyelidikan
(5)   Gemar terhadap karya ilmu pengetahuan dan teknologi

  1. Menghasilkan lulusan yang beretika dan memiliki moralitas yang tinggi dengan ciri-ciri kepribadian :
(1)   Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Mahaesa
(2)   Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai moral Pancasila
(3)   Sabar, tabah, tenang, jujur ,tegas, adil dan berdisiplin
(4)   Menghayati dan mengamalkan etika, tata-tertib dan tata krama social kemasyarakatan dan kebangsaan
(5)   Berkepribadian (teguh pendirian), memiliki self esteem (harga diri) 

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan dan apresiasi (penghayatan) terhadap nilai-nilai aestetika dengan cirri-ciri kepribadian:
(1)   Memiliki kepekaan terhadap nilai estetika
(2)   Mampu menghayati nilai-nilai dan karya  estetika
(3)   Memiliki penghargaan terhadap nilai-nilai dan karya estetika
(4)   Memiliki rasa estetika

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan terhadap rasa kemanusiaan dan kesadaran terhadap lingkungan hidup dengan ciri kepribadian:
(1)   Mampu menghayati rasa senang, gembira, puas
(2)   Memiliki rasa  senang untuk saling bekerjasama, saling menolong dan saling menghargai dan menghormati sesama
(3)   Memiliki simpati dan empati terhadap sesama
(4)   Menghargai dan menghormati karya orang lain
(5)   Memiliki kepekaan terhadap masalah social kemanusiaan
(6)   Memiliki kepedulian terhadap masalah kemamusiaan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya lingkungan hidup dengan ciri kepribadian:
(1)   Memahami dan menyadari pentingnya lingkungan hidup
(2)   Mampu memelihara lingkungan hidup
(3)   Mampu berbuat sesuatu guna perbaikan lingkungan hidup
(4)   Memiliki kebiasaan hidup sehat dan bersih

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan praktika (Life skill) dengan ciri kepribadian
(1)   Keterampilan intelektual ( Intetelectual skill)
(2)   Keterampilan social ( Social skill)
(3)   Kerajinan tangan ( Manual skill-tecknical skill)
(4)   Keterampilan berusaha (Businees skill)
(5)   Keterampilan berkomunikasi( Skill for communication)
(6)   Memiliki etos dan semangat kerja tinggi
(7)   Keterampilan beragama ( Skill for Religius)
(8)   Keterampilan mengelola diri ( Self management Skill)
(9)   Keterampilan mata pencaharian (economic skill)

No comments:

Post a Comment