Amaliah Agama, Prestasi Ilmiah, Kesiapan Hidup

Amaliah Agama, Prestasi Ilmiah, Kesiapan Hidup
Al Hikam Malang Jl. Cengger Ayam 25 : Pesantren Mahasiswa yang Santri & Santri yang Mahasiswa

Wednesday, October 12, 2011

Matriks Kurikulum. (Aliran Pendidikan, Subjek Akademi, Bahan ajar)


SUBYEK AKADEMIS
HUMANISTIK
REKONSTRUKSI SOSIAL
TEKNOLOGIS
Aliran Pendidikan
Klasik
Pribadi
Interaksionis
Teknologi Pendidikan
Bahan Ajar
Ada beberapa pola organisasi isi (mata pelajaran) kurikulum. Yang terpenting adalah correlated curriculum; unified / concentrated curriculum; integrated curriculum problem solving curriculum
Kurikulum konfluen, yaitu kurikulum yang ingin menyatukan segi-segi afektif dengan kognitif. Cirri utama: partisipasi siswa; integrasi pemikiran perasaan dan tindakan; relevansi dengan kebutuhan, minat dan kebutuhan siswa; pendidikan untuk pengembangan pribadi anak dan aktualisasi diri; tujuan pendidikan diarahkan para pengembangan pribadi yang utuh, yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungannya
Cirri-ciri kurikulum rekonstruksi social: asumsi kurikulum ini adalah menghadapkan para siswa pada tantangan, hambatan dan gangguan yang dihadapi manusia; kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah social yang mendesak; pola-pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda, yaitu di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sebuah tema utama kemudian dijabarkan melalui sejumlah topic yang diilustrasikan pada jari-jari ‘roda’ tersebut.
Bahan ajar diambi dari disiplin ilmu, tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaaan suatu kompetensi
Strategi Mengajar
Metode ekspositori dan inkuiri. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai
Tekhnik afektif, seperti dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang; rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan, kegiatan atau ritual baru.
Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok maupun antar kelompok dalam kegiatan pleno. Bagi rekonstruksi social, belajar merupakan kegiatan bersama, ada kebergantungan antara seorang dengan lainnya. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi, yang ada adalah kooperasi atau kerjasama, saling pengertian atau konsensus
Pengajaran bersifat individual, tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Setiap siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran
Media Mengajar
Buku-buku standar
Setiap guru diberi ruang yang luas untuk berkreasi. Selain itu, guru harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid dan mampu menjadi sumber belajar; motivator belajar. Peran mengajar bukan hanya oleh guru, melainkan oleh murid juga. Guru juga tidak mamaksakan sesuatu yang tidak disenangi murid
Survey masyarakat
Tools technology (teknologi alat) dan system technology (teknologi sistem). Teknologi alat lebih menekankan pada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan (seperti LCD); sedangkan teknologi system menekankan pada penyusunan program pendidikan
Evaluasi
Evaluasi bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Misalnya: bidang studi humaniora lebih banyak digunakan essay test
Lebih mengutamakan proses daripada hasil. Kurikulum humanistic tidak memiliki criteria pencapaian, sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka, lebih berdiri sendiri. Penilaiannya bersifat subyektif baik dari guru maupun para siswa
Evaluasi melibatkan siswa. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih, menyusun dan menilai bahan yang diujikan. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa, tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat
Kegiatan evaluasi dilakukan setiap saat, pada akhir suatu pelajaran, suatu unit ataupun semester. Fungsi evaluasi bermacam-macam, sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif), umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). Evaluasi yang digunakan umumnya berbentuk tes objektif  



No comments:

Post a Comment